Monday, 31 August 2015


Taman laut Nasional bunaken merupakan destinasi wisata andalan Manado, Sulawesi Utara dan merupakan salah satu taman laut terindah di dunia. Berbagai terumbu karang dan biota laut hidup di taman laut nasional bunaken.


Taman Laut Nasional Bunaken mempunyai area dengan luas 75.265 ha. Terdapat 5 pulau yang termasuk dalam taman nasional ini yaitu Pulau Naen, Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Siladen, dan Pulau Mantehage beserta anak pulau yang di sekelilingnya.secara resmi Taman Laut ini didirikan pada tahun 1991 dan merupakan salah satu taman laut pertama Indonesia. Pada tahun 2005, Indonesia mendaftarkan taman nasional ini kepada UNESCO untuk dimasukan kedalam Situs Warisan Dunia.


Taman laut bunaken terletak di Kelurahan Bunaken Kecamatan Bunaken Kota Manado, Sulawesi Utara. Bunaken berjarak sekitar 7 mil dari pelabuhan Manado dan dapat ditempuh sekitar 50 menit menggunakan perahu motor bermesin ganda atau hanya sekitar 35 menit jika anda menggunakan speed boat.

Taman Laut Nasional Bunaken memiliki beragam kehidupan bawah laut, hal ini dikarenakan taman laut nasional bunaken berada di segitiga emas terumbu karang dunia yang tersebar dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste dan kepulauan Solomon.

Taman Laut Nasional Bunaken memiliki ekosistem terumbu karang yang sangat kaya.Terdapat sekitar 390 spesies terumbu karang di wilayah ini.Taman Laut Nasional Bunaken juga memiliki berbagai spesies ikan, mamalia laut, reptil, burung, moluska dan mangrove. Sekitar 90 spesies ikan tinggal di perairan wilayah ini. Taman laut nasional juga menawarkan keindahan lain yaitu adanya underwater great walls atau dinding karang raksasa, yang berdiri melengkung keatas.












Wednesday, 26 August 2015


Rumah Gadang adalah sebutan untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dan banyak di jumpai di Sumatera Barat. 

Rumah ini memiliki keunikan bentuk arsitektur yaitu dengan atap yang menyerupai tanduk kerbau. Dihalaman depan Rumah Gadang biasanya selalu terdapat dua buah bangunan yang disebut Rangkiang. Rangkiang, digunakan untuk menyimpan padi.

Rumah ini juga disebut dengan nama lain oleh masyarakat setempat dengan nama Rumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Baanjuang.

Rumah Gadang sebagai tempat tinggal bersama, mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri. Jumlah kamar bergantung kepada jumlah perempuan yang tinggal di dalamnya. Setiap perempuan dalam kaum tersebut yang telah bersuami memperoleh sebuah kamar. Sementara perempuan tua dan anak-anak memperoleh tempat di kamar dekat dapur. Gadis remaja memperoleh kamar bersama di ujung yang lain.
Pada umumnya Rumah Gadang mempunyai satu tangga yang terletak pada bagian depan. Sementara dapur dibangun terpisah pada bagian belakang rumah yang didempet pada dinding.
Karena wilayah Minangkabau rawan gempa sejak dulunya karena berada di pegunungan Bukit Barisan, maka arsitektur Rumah Gadang juga memperhitungkan desain yang tahan gempa. Seluruh tiang Rumah Gadang tidak ditanamkan ke dalam tanah, tapi bertumpu ke atas batu datar yang kuat dan lebar. Seluruh sambungan setiap pertemuan tiang dan kasau (kaso) besar tidak memakai paku, tapi memakai pasak yang juga terbuat dari kayu. Ketika gempa terjadi Rumah Gadang akan bergeser secara fleksibel seperti menari di atas batu datar tempat tonggak atau tiang berdiri. Begitu pula setiap sambungan yang dihubungkan oleh pasak kayu juga bergerak secara fleksibel, sehingga Rumah Gadang yang dibangun secara benar akan tahan terhadap gempa.



Friday, 21 August 2015


Selain limpahan objek wisata alam, Sumatera Barat juga memiliki banyak corak seni yang akan membuat Anda terkesima. Salah satunya adalah seni tari daerah yang diberi nama Tari Piring.

Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Piriang adalah salah satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, provinsi Sumatera Barat.


Pada awalnya, tari piring dilakukan oleh perempuan dan laki-laki untuk membawakan sesembahan kepada para dewa sebagai wujud rasa syukur atas masa panen yang memberikan hasil sangat memuaskan.

Namun, seiring masuknya agama Islam maka tarian ini mengalami pergeseran sehingga tidak lagi untuk menyembah dewa melainkan untuk ditampilkan dalam acara hajatan ataupun juga acara pernikahan.

Tarian ini memiliki gerakan yang menyerupai gerakan para petani semasa bercucuk tanam, membuat kerja menuai dan sebagainya. Tarian ini juga melambangkan rasa gembira dan syukur dengan hasil tanaman mereka.

Tarian ini merupakan tarian gerak cepat dengan para penari memegang piring di tapak tangan mereka, diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang. Kadangkala, piring-piring itu akan dilontar ke udara atau pun dihempas ke tanah dan dipijak oleh penari-penari tersebut. Bagi menambah unsur-unsur estetika , magis dan kejutan dalam tarian ini, penari lelaki dan perempuan akan memijak piring-piring pecah tanpa rasa takut dan tidak pula luka. 



Pulau Pagang terletak di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Pulau ini menghadap langsung dengan Samudera Hindia dan berjarak sekitar tigabelas kilometer dari kota Padang. 

Pulau seluas 10 hektar ini punya pantai berpasir putih yang empuk dan hangat, pohon nyiur melambai mendominasi hutan kecil yang masih alami. Dikelilingi perairan berwarna biru jernih nan tenang dan gugusan terumbu karang yang terpelihara membuat Pulau Pagang menjadi incaran mereka penghobi snorkeling, atau sekedar ingin merasai sensasi berenang di laut lepas.

Pulau yang memiliki garis pantai yang tidak terlalu panjang ini memang menyimpan potensi keindahan alam yang luar biasa. Wisatawan yang datang akan dimanjakan dengan pantai dengan pasir putihnya yang mengundang decak kagum, pantainya juga sangat bersih, dan yang lebih lagi tuntu saja lautnya yang biru yang membuat kita tidak sabar untuk menceburkan diri.


Selain itu ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di pulau ini, seperti memancing, snorkeling hingga berkemah. Pemandangan bawah laut di pulau ini cukup bagus. Disediakan juga jasa penyewaan alat snorkeling di sini. Tidak hanya itu saja, beberapa penginapan juga tersedia di tempat ini. Namun bagi Anda yang ingin merasakan serunya berkemah di pulau ini, disediakan juga jasa penyewaan tenda untuk wisatawan.



  





Thursday, 20 August 2015



Sikuai adalah salah satu pulau yang letaknya di sisi barat Pulau Sumatera. Tepatnya di wilayah Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Pulau Sikuai merupakan salah satu dari 19 pulau yang terletak di daerah administratif kota Padang. Luas pulau ini sekitar 38,6 kilometer persegi atau kurang lebih sekitar 44,4 hektar.

Pulau ini terletak sekitar setengah mil laut dari pusat kota dan dapat dicapai dengan menggunakan transportasi laut seperti kapal, melalui pelabuhan Muara dalam waktu tempuh sekitar 45 menit dan dari dermaga Airud Bungus dalam waktu tempuh sekitar 35 menit.




Pulau ini juga menyajikan keindahan alam yang sangat asri dan alami. Selain banyak terdapat pohon-pohon kelapa yang berjejer di bibir pantai, di pulau ini juga terdapat hutan tropis yang masih sangat alami, asri dan tentunya terpelihara. Bahkan hutan Tropis ini merupakan salah satu daya tarik wisatawan karena di hutan tropis ini juga terdapat sebuah bukit yang dapat dinaiki.
Untuk dapat mencapai puncak dari bukit ini, diperlukan waktu kurang lebih 30 menit perjalanan. Namun tenang saja, para wisatawan tidak perlu bersusah payah mencari pijakan untuk dapat mendaki sampai ke atas bukit. Hal ini dikarenakan bukit tersebut sudah dilengkapi 369 anak tangga. Tentunya perjalanan para wisatawan untuk dapat sampai ke puncak semakin mudah. Walau begitu, para wisatawan tetap memerlukan tenaga lebih untuk sampai puncak bukit tersebut.